Artidari wa usulihim wafuruihim IJAZAH SIRR QURSYI. March 29, 2016 KIRIMAN. Alhamdulillaahi nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa may yahdillaahu falaa mudhillalahu wa may yudh-lil falaa haa diyalah , Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu Fathahadalah harakat yang bentuknya menyerupai garis miring kecil dan berada di atas suatu huruf Arab. Fathah mengeluarkan suara huruf a. Dibaca ja, tsa, ta, ba, dan a. Dhammah adalah harakat yang bentuknya seperti huruf wawu kecil (و) dan terletak di atas suatu huruf Arab ( ُ ). Dhammah bersuara u. 14 ene 2021 Wayangadalah “ Walulang inukir ” (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. 4. Menurut Sri Mulyono. Wayang adalah sebuah kata bahasa Indonesia (Jawa) asli, yang berarti bayang-bayang, atau bayang yang berasal dari akar kata “yang” mendapat tambahan “wa” yang menjadi wayang. 5. Menurut Kusumajadi. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Ini adalah Asma Allah SWT yang memiliki arti Yang Mengungguli, Yang Mengalahkan, Yang Utama, Yang Tertinggi. Fadhilah keunggulan, kemenangan, menundukkan siapa saja, derajat tinggi. Diamalkan oleh orang yang arif yang telah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. Saran Boleh diamalkan bagi yang sudah dewasa secara mental spiritual, tenang dan tidak mudah marah, bisa menguasai diri biasanya diatas 30 tahun. Sangat tidak dianjurkan diamalkan bagi yang masih muda belia karena ego-hawa nafsu masih meledak-ledak. Caranya Tawassul/kirim alfatihah terutama ke Nabi Muhammad SAW dan Syekh Abu hasan Asy Syadzili Wiridkan YA ALLAH YA FAIQ 1000 x bakda fardhu selama 3 hari / 7 hari. Akhiri setiap wirid dengan baca 3 x tahan napas SUBHAANAHU HUWALLOOHU WAL WAAHIDUL QOHHAAR Usai wirid ditiupkan ke telapak tangan dan diusapkan ke seluruh tubuh 3 x. Semoga bermanfaat dan ijazah selesai. Mabes Laskar Khodam Sakti Jl. Elang Raya , Gonilan, Kartasura Solo, Jawa tengah WA +6285879593262 zainul mirza Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, liridhoilahi taala afatehah .. Alhamdulillaahi nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa may yahdillaahu falaa mudhillalahu wa may yudh-lil falaa haa diyalah , Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rosuuluhu laa nabiyya ba’dah. Allahumma sholli wasallim wa baarik ala muhammadin wa ala aaalihi wa ash-haabihi ajma’iin, Kami sampai kan ijazah ini untuk menambah iman & memperbaiki diri dijalan Allah SWT, barang siapa memperbaiki akhirat nya semoga Allah Taala memperbaiki dunia nya…amin Ilahadrotin nabiyil mustofa rosulillahi sayyidina muhammad sholallahu a’laihi wasallam alfatihah.. Allahumma khususon ila hadroti sayyidina isa alaihisalam alfatihah… Allahumma khususon ila hadroti Sayyidina Musa alaihisalam alfatihah.. Allahumma khususon ila hadroti sayyidina yusuf alaihisalam alfatihah.. Allahumma khususon ila hadroti sayyidina Daud alaihisalam alfatiha.. Allahumma khususon ila hadrotin assayidi assyaikh Elang soelaiman suryakusumah bin KH. Muhammad oezair suryakusuma waliman ijazani wa usulihi wa furui’hi wa silsilaatihi aghisna wa umidana wa fi qodhoi hawaijina fi hadzihi saah as saah fi hadzihi saat syaiulillahilahumul fatehah.. Allahumma khususon ila hadrotin alfaqir zainul mirza alfatehah…. Qul Huwallahu Ahad Allahus Shamad Lam Yalid Walam Yuulad Walam Yaqullahu Khufuwan Ahad di baca 50x ALLOHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUM. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASFA’U INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHOLFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN dengung ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDH. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ALIYYUL AZHIIIM. dibaca 50x Allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad. dibaca 100x yaa lathif dibaca 129 x dibaca 1/3 malam terahir. untuk pengijazahan harap lengkapi biodata dan silahkan di kirim via allah ta’a merahmati kita. Amin Mabes Laskar Khodam Sakti Jl. Elang Raya , Gonilan, Kartasura Solo, Jawa tengah WA +6285879593262 Ilustrasi arti wa ufawwidu amri ilallah dalam Surat Al-Mu'min ayat 44. Foto adalah kitab yang Allah Swt turunkan lewat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammah Saw. Alquran ada untuk seluruh makhluk hidup, terutama umat Muslim, yang berisikan tentang akidah, ibadah, hukum, sejarah, ilmu pengetahuan, dan masih banyak lagi. Salah satu ayat adalah wa ufawwidu amri ilallah dalam Surat Al-Mu’min ayat 44. Apa arti dari ayat tersebut?Arti Ayat Wa Ufawwidu Amri Ilallah dalam Surat Al-Mu'min Ayat 44Surat Al-Mu’min merupakan surat yang ke-40 dalam susunan Alquran. Surat yang termasuk ke dalam klasifikasi Surat Makkiyah ini terdiri dari 85 ayat. Surat ini dikenal memiliki tiga nama. Nama yang sering digunakan adalah Al-Mu’min. Sedangkan 2 nama lainnya adalah Ghafir dan At-Tawl atau Zit Al-Mu’min diperoleh dari hadits dari Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,“Orang yang membaca ayat Kursi dan awal ayat surah Ha Mim Al-Mu'min, dilindungi pada hari kiamat dari pertanyaan.” HR At-Tirmizi, Al-Baihaqi dan Ad-Darimi. Surat Ha Mim merupakan awal Surat Al-Mu’ Al-Mu’min digunakan untuk membedakan dengan surat lain yang dimulai dengan ayat ha mim. Selain itu, kata Al-Mu'min yang berarti "Laki-Laki Yang Beriman" merujuk pada kisah seorang laki-laki beriman yang terdapat dalam ayat ke-28 di dalam sarat ini. Ia merupakan pengikut Fir'aun dan seorang Qibti. Namun, ia menyembunyikan keimanannya. Hingga suatu hari ia menerima dakwah Musa dan Nama Ghafir diambil dari ayat ke-3 surat ini. Ghafir merupakan salah satu nama Allah yang artinya “Pengampun”. Di sisi lain nama At-Tawi diambil dari ayat yang ke-3 dari kata Zit tawl yang artinya akhir ayat. At-Tawl memiliki arti “Mempunyai Karunia yang Tidak Putus.”Pada lafaz wa ufawwidu amri ilallah dalam ayat yang ke-44, terdapat sebuah pesan kepada manusia dalam memohon pertolongan arti bacaan wa ufawwidu amri ilallah . Foto arti wa ufawwidu amri ilallah dalam Surat Al-Mu’min ayat 44 yakniفَسَتَذْكُرُونَ مَآ أَقُولُ لَكُمْ ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِىٓ إِلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِFasatażkurụna mā aqụlu lakum, wa ufawwiḍu amrī ilallāh, innallāha baṣīrum bil-'ibādArtinya, “Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”Dikutip dari buku Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7 karya Dr. Abdhullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh 2004, ayat tersebut merupakan bentuk tawakal dari seorang hamba kepada Allah dalam memohon agama Islam, tawakal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah Swt dalam menghadapi atau menunggu hasil sebuah pekerjaan ataupun perlu digaris bawahi, berserah diri bukan berarti tidak melakukan apa-apa, agama Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan dengan semaksimal mungkin. Kemudian hasilnya diserahkan kepada Allah Swt. MZM اَللهُم إِنيْ أَسْأَلُكَ وَ أَتَوَجهُ إِلَيْكَ بِنَبِيكَ نَبِي الرحْمَةِ مُحَمدٍ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ؛ Ya Allah, sesungguhnya aku memohon dan menghadap kepada-Mu dengan perantara Nabi-Mu, Nabi pembawa rahmat, Muhammad, shalawat atasnya dan keluarganya; يَا أَبَا الْقَاسِمِ يَا رَسُوْلَ اللهِ، يَا إِمَامَ الرحْمَةِ ؛ Wahai Abul Qasim, wahai Rasulullah, wahai pemimpin pembawa rahmat, يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَقَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ؛ Wahai junjungan dan pemimpin kami, sesunguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا أَبَا الْحَسَنِ، يَا أَمِيْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ، يَا عَلِي بْنَ أَبِيْ طَالِبٍ ؛ Wahai Abul Hasan, wahai Amirul Mukminin, wahai Ali bin Abi Thalib, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا فَاطِمَةُ الزهْرَاءُ، يَا بِنْتَ مُحَمدٍ، يَا قُرةَ عَيْنِ الرسُوْلِ ؛ Wahai Fathimah az-Zahra`, wahai putri Muhammad, wahai cahaya mata Rasul, يَا سَيدَتَنَا وَ مَوْلاَتَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكِ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكِ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهَةً عِنْدَ اللهِ اشْفَعِيْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, memohon syfaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedapankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا أَبَا مُحَمدٍ، يَا حَسَنَ بْنَ عَلِي، أَيهَا الْمُجْتَبَى، يَا ابْنَ رسُوْلِ اللهِ ؛ Wahai Hasan bin Ali, wahai al-Mujtabâ, wahai putra Rasulullah, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا أَبَا عَبْدِ اللهِ، يَا حُسَيْنَ بْنَ عَلِي، أَيهَا الشهِيْدُ، يَا ابْنَ رسُوْلِ اللهِ ؛ Wahai Abu Abdillah, wahai Husein bin Ali, wahai syahid, wahai putra Rasulullah, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا أَبَا الْحَسَنِ، يَا عَلِي بْنَ الْحُسَيْنِ، يَا زَيْنَ الْعَابِدِيْنَ، يَا ابْنَ رسُوْلِ اللهِ ؛ Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Husein, wahai Zainal Abidin, wahai putra Rasulullah, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا أَبَا جَعْفَرٍ، يَا مُحَمدَ بْنَ عَلِي، أَيهَا الْبَاقِرُ، يَا ابْنَ رسُوْلِ اللهِ ؛ Wahai Abu Ja’far, wahai Muhammad bin Ali, wahai al-Bâqir, wahai putra Rasulullah, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا أَبَا عَبْدِ اللهِ، يَا جَعْفَرَ بْنَ مُحَمدٍ، أَيهَا الصادِقُ، يَا ابْنَ رسُوْلِ اللهِ ؛ Wahai Abu Abdillah, wahai Ja’far bin Muhammad, wahai ash-Shâdiq, wahai putra Rasulullah, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا أَبَا الْحَسَنِ، يَا مُوسَى بْنَ جَعْفَرٍ، أَيهَا الْكَاظِمُ،يَا ابْنَ رسُوْلِ اللهِ ؛ Wahai Abul Hasan, wahai Musa bin Ja’far, wahai al-Kâzhim, wahai putra Rasulullah, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا أَبَا الْحَسَنِ، يَا عَلِي بْنَ مُوسَى، أَيهَا الرضَى، يَا ابْنَ رسُوْلِ اللهِ ؛ Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Musa, wahai ar-Ridhâ, wahai putra Rasulullah, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا أَبَا جَعْفَرٍ، يَا مُحَمدَ بْنَ عَلِي، أَيهَا التقِي الْجَوادُ، يَا ابْنَ رسُوْلِ اللهِ ؛ Wahai Abu Ja’far, wahai Muhammad bin Ali, wahai at-Taqî al-Jawwâd, wahai putra Rasulullah, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا أَبَا الْحَسَنِ، يَا عَلِي بْنَ مُحَمدٍ، أَيهَا الْهَادِي النقِي، يَا ابْنَ رسُوْلِ اللهِ ؛ Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Muhammad, wahai al-Hâdî an-Naqî, wahai putra Rasulullah, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا أَبَا مُحَمدٍ، يَا حَسَنَ بْنَ عَلِي، أَيهَا الزكِي الْعَسْكَرِي، يَا ابْنَ رسُوْلِ اللهِ ؛ Wahai Abu Muhammad, wahai Hasan bin Ali, wahai az-Zakî al-Askarî, wahai putra Rasulullah, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; يَا وَصِي الْحَسَنِ وَ الْخَلَفَ الْحُجةَ، أَيهَا الْقَائِمُ الْمُنْتَظَرُ الْمَهْدِي، يَا ابْنَ رسُوْلِ اللهِ ؛ Kemudain berdiri Wahai Washî al-Hasan, wahai pengganti yang hujjah, wahai pemimpin yang dinanti kedatangannya, al-Mahdi, wahai putra Rasulullah, يَا حُجةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ، يَا سَيدَنَا وَ مَوْلاَنَا، إِنا تَوَجهْنَا وَ اسْتَشْفَعْنَا وَ تَوَسلْنَا بِكَ إِلَى اللهِ وَ قَدمْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَاتِنَا، يَا وَجِيْهًا عِنْدَ اللهِ اشْفَعْ لَنَا عِنْدَ اللهِ ؛ Wahai hujjah Allah atas makhluk-Nya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat, dan bertawassul denganmu kepada Allah, serta mengedepankanmu demi terkabulnya hajat-hajat kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, karuniakanlah syafaat kepada kami di sisi Allah; Kemudian, mintalah hajat-hajat Anda. Setelah meminta hajat silahkan duduk dan membaca do'a berikut يَا سَادَتِيْ وَ مَوَالِي، إِنيْ تَوَجهْتُ بِكُمْ أَئِمتِيْ وَ عُدتِيْ لِيَوْمِ فَقْرِيْ وَ حَاجَتِيْ إِلَى اللهِ Wahai junjungan dan pemimpin-pemimpinku, sesungguhnya aku menghadap kepada Allah dengan perantara kalian para imamku dan bekalku di saat kepapaan dan keperluanku, وَ تَوَسلْتُ بِكُمْ إِلَى اللهِ وَ اسْتَشْفَعْتُ بِكُمْ إِلَى اللهِ، فَاشْفَعُوْا لِيْ عِنْدَ اللهِ، وَ اسْتَنْقِذُوْنِيْ مِنْ ذُنُوْبِيْ عِنْدَ اللهِ ؛ dan aku bertawassul dengan kalian kepada Allah, dan memohon syafaat kepada Allah melalui perantara kalian. Maka, karuniakanlah syafaat kepadaku di sisi Allah dan selamatkanlah aku dari jeratan dosa-dosaku di sisi Allah, فَإِنكُمْ وَسِيْلَتِيْ إِلَى اللهِ، وَ بِحُبكُمْ وَ بِقُرْبِكُمْ أَرْجُوْ نَجَاةً مِنَ اللهِ، فَكُوْنُوْا عِنْدَ اللهِ رَجَائِيْ karena kalianlah perantaraku kepada Allah, dan hanya dengan kecintaan kepada kalian serta kedekatan kepada kalian aku memohon keselamatan kepada Allah. Oleh karena itu, jadilah kalian tumpuan harapanku di sisi Allah, ، يَا سَادَتِيْ، يَا أَوْلِيَاءَ اللهِ، صَلى اللهُ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ وَ لَعَنَ اللهُ أَعْدَاءَ اللهِ ظَالِمِيْهِمْ مِنَ الْأَولِيْنَ وَ الْآخِرِيْنَ، آمِينَ رَب الْعَالَمِيْنَ wahai pemimpin-pemimpinku, wahai kekasih-kekasih Allah. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat atas mereka semua dan melaknat para musuh Allah, yaitu orang-orang yang menzalimi mereka dari yang pertama hingga yang terakhir. Amin, ya Rabbal Âlamîn.

arti dari wa usulihim wafuruihim